Angkringan, sesuatu yang selalu identik dengan Jogja malah hari. Nyatanya, gerobak sederhana dengan lampu temaram ini menjadi saksi cerita banyak orang.
Entah itu mahasiswa yang begadang mengerjakan tugas, maupun wisatawan yang penasaran dengan suasana khas Kota Pelajar. Di antara ratusan angkringan yang tersebar di sini, ada beberapa angkringan legendaris Jogja yang tetap bertahan puluhan tahun. Dan menjadi bagian sejarah kuliner itu sendiri.
Sedulur Yogyaku, kalau kangen suasana nostalgia sambil menikmati kuliner malam, angkringan berikut wajib masuk daftar kunjungan. Termasuk yang jadi cikal-bakal Kopi Koss, sampai yang jadi langganan seniman dan sastrawan.
1. Angkringan Lik Man, Sang Pelopor


Pertama, kalau bicara soal angkringan legend Jogja, nama Lik Man selalu muncul paling depan. Angkringan ini berdiri sejak sekitar 1950-an di dekat Stasiun Tugu dan dipercaya sebagai salah satu angkringan pertama di Yogyakarta.
Lik Man juga terkenal sebagai pelopor Kopi Joss, minuman kopi hitam dengan arang membara yang jadi ciri khas Jogja.
Sedulur Yogyaku bisa datang kapan saja karena angkringan ini buka sampai larut malam. Suasananya ramai, apalagi saat weekend. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara sengaja mampir ke sini untuk merasakan langsung atmosfer angkringan Jogja yang otentik.
Harga menunya pun ramah kantong, cocok buat sedulur yang cari kuliner malam murah tapi tetap berkesan.
2. Angkringan Wijilan, Angkringan dengan Konsep Beda


Berbeda dari angkringan pada umumnya, Angkringan Wijilan tampil dengan bangunan dua lantai yang cukup luas.
Konsepnya pun mengadopsi gaya prasmanan, jadi Sedulur Yogyaku bisa memilih sendiri lauk yang diinginkan. Meski begitu, angkringan ini tetap mempertahankan menu khas seperti nasi kucing, sate usus, dan aneka gorengan yang sudah biasa kita kenal.
Lokasinya berada di kawasan Wijilan yang sudah lebih dulu terkenal sebagai sentra gudeg. Jadi, setelah puas berburu gudeg, Sedulur Yogyaku bisa lanjut nongkrong di sini sambil menikmati suasana angkringan hits Jogja yang selalu ramai pengunjung.
Harga makanannya pun masih terjangkau, sama seperti angkringan legendaris Jogja lainnya.
3. Angkringan Nganggo Suwe, Langganan Seniman


Nama Nganggo Suwe punya arti unik, yaitu “pakai lama”. Nama ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan karena antrean panjang yang harus dilalui pengunjung untuk menikmati hidangan di sini.
Angkringan ini berdiri sejak tahun 1990-an dan awalnya hanya berupa gerobak dengan terpal sederhana.
Seiring waktu, Angkringan Nganggo Suwe tumbuh jadi salah satu angkringan legendaris Jogja yang jadi langganan budayawan dan seniman lokal.
Suasananya kental dengan obrolan santai khas seniman Jogja, jadi tempat ini bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang berdiskusi. Sedulur Yogyaku wajib coba menu andalannya seperti nasi belut dan tongseng keong yang jarang ditemukan di angkringan lain.
4. Angkringan Klebengan, Favorit Mahasiswa


Buat Sedulur Yogyaku yang berstatus mahasiswa atau alumni UGM dan UNY, nama Angkringan Klebengan pasti sudah tidak asing.
Lokasinya yang dekat dua kampus besar tersebut bikin angkringan ini jadi tempat nongkrong wajib, baik untuk sekadar makan malam maupun mengerjakan tugas kelompok.
Tempatnya cukup luas dengan banyak meja dan kursi, jadi nyaman dipakai berlama-lama. Salah satu menu andalan yang bikin angkringan ini beda dari angkringan malam Jogja lainnya adalah gorengan bakar dengan tambahan kecap manis.
Rasanya gurih manis dan jadi favorit banyak pengunjung. Harganya pun tetap murah meriah, sesuai kantong mahasiswa.
5. Angkringan Bangsawan, Nuansa Jawa yang Elegan


Kalau biasanya angkringan identik dengan gerobak sederhana, Angkringan Bangsawan tampil beda.
Tempat ini mengusung konsep bangunan Jawa khas bangsawan, lengkap dengan meja kursi yang tertata rapi dan fasilitas wifi.
Meski tampilannya lebih modern, cita rasa menu yang disajikan tetap otentik khas angkringan tradisional.
Konsep ini bikin Angkringan Bangsawan jadi salah satu angkringan legendaris Jogja yang cocok untuk nongkrong santai maupun mengerjakan pekerjaan sambil menikmati suasana malam. Sedulur Yogyaku yang ingin kuliner malam murah tapi dengan tempat lebih nyaman, angkringan ini bisa jadi pilihan tepat.
6. Angkringan Pak Jabrik, Legenda di Pusat Kota


Menutup daftar, ada Angkringan Pak Jabrik yang lokasinya dekat kawasan Malioboro. Angkringan ini sudah jadi bagian dari rutinitas malam warga sekitar pusat kota, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di area tersebut.
Banyak yang menyebutnya sebagai salah satu angkringan hits Jogja karena buka hingga larut malam, bahkan beberapa penjual bertahan sampai pagi.
Letaknya yang strategis dekat Malioboro bikin angkringan ini jadi pilihan praktis, terutama buat Sedulur Yogyaku yang sedang jalan-jalan malam di sekitar pusat kota. Menu yang tersedia pun lengkap, mulai dari nasi kucing, sate-satean, sampai wedang hangat.
Itulah angkringan legendaris Jogja yang menyimpan cerita dan rasa nostalgia tersendiri. Dari yang jadi cikal bakal Kopi Joss sampai yang jadi tempat diskusi para seniman, masing-masing punya keunikan yang sayang dilewatkan.
Sedulur Yogyaku, kapan pun kamu kangen suasana angkringan malam Jogja yang hangat dan bersahabat di kantong, enam tempat ini selalu siap jadi pilihan.
