Jamu Ginggang Pakualaman, Warung Jamu Legendaris Sejak 1925

Photo of author

Ditulis oleh Dila Arini

I'm the best served with coffee and a side of sarcasm

Di tengah gempuran sajian minuman kekinian seperti kopi susu, boba hingga jus dengan segala macam toping atau campuran dari beberapa buah, nyatanya minuman sehat bernama jamu tidak pernah kehilangan penggemar. Jamu Ginggang Pakualaman bukti nyatanya.

Di beberapa tempat, biasanya jamu dijual dengan cara dijajakan keliling, baik menggunakan kendaraan ataupun gerobak. Namun, ada juga penjual yang menjual jamu di kios atau tempat yang lebih modern.

Secara sederhana, jamu adalah racikan dari beberapa bahan alami yang dihidangkan dalam bentuk cair atau minuman. Karena berasal dari bahan alami dan herbal, maka cita rasa dan aroma dari jamu sangat khas dan berbeda.

Mengulik Sejarah Terciptanya Jamu Ginggang Pakualaman

Asal usul Jamu Ginggang, Sumber: bisnisukm.com
Asal usul Jamu Ginggang, Sumber: bisnisukm.com

Jogja sebagai salah satu kota yang paling kental dengan budaya Jawa memang terkenal masih menjaga kuliner tradisionalnya sejak kini. Hal ini bisa dibuktikan dengan sajian jamu Ginggang yang hingga kini masih diminati. 

Dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, memang tidak semua orang bisa meracik minuman satu ini. Untuk Jamu Ginggang Pakualaman sendiri, resepnya diracik oleh pemilik pertamanya yakni Mbah Joyo.

Sebagai Abdi Dalem Keraton Pakualaman, Mbah Joyo dipercaya meracik dedaunan dan bahan herbal disekitar keratin pada tahun 1935 lalu. Setelah melakukan beberapa percobaan, akhirnya Beliau membuat racikan yang pas, baik dari rasa dan khasiatnya.

Terbukti berhasil meramu jamu yang memiliki banyak khasiat, Mbah Joyo pun semakin dikenal dan akrab oleh Paku Alam, hingga akhirnya diberi nama Tan Genggam.

Terus berjalan, barulah di tahun 1950 nama Ginggang dipilih untuk menyebut nama racikan jamu ini. Lalu setelahnya racikan minuman ini pun diperkenalkan bagi masyarakat umum, sehingga lebih banyak orang yang bisa ikut mencoba dan merasakan khasiatnya.

Mengenal Jamu Ginggang Pakualaman, Jamu Legendaris yang Ada di Jogja

Pembuat Jamu Ginggang, Sumber: mojok.co
Pembuat Jamu Ginggang, Sumber: mojok.co

Jika sudah ada di Jogja, kurang afdol rasanya jika hanya mengunjungi tempat dan kuliner yang hits saja. Sesekali, sempatkanlah untuk mengunjungi tempat yang legendaris seperti Jamu Ginggang Pakualaman.

Jika dilihat sekilas, tempat ini hanyalah  seperti warung biasa. Dengan suasana dan interior yang tidak terlalu menonjol, tidak pula menyediakan spot foto yang estetik. Hanya ada beberapa meja dan kursi kayu sederhana yang siap menampung para pelanggannya.

Untuk menambah suasana dan rasa tempo dulu, di tengah ruangan terdapat jam kayu yang dipajang. Di setiap meja, sudah disediakan menu yang siap dipesan dan dihidangkan. Meski cukup sederhana, namun warung ini sudah menyediakan layanan Wi-Fi gratis lho.

Ibu Yayuk, pengelola warung yang sekarang menyebutkan bahwa setiap proses dan resep racikan masih menggunakan resep yang ditemukan oleh leluhurnya dulu. Sehingga, cita rasa dan khasiatnya juga tidak berubah.

Rute dan Lokasi Jamu Ginggang

Lokasi Jamu Ginggang Pakualaman, Sumber: staticflickr.com
Lokasi Jamu Ginggang Pakualaman, Sumber: staticflickr.com

Karena sudah sangat legendaris, sebenarnya tidak akan sulit untuk mencapai ke warung jamu ini. Alamat lengkapnya berada di Jl. Masjid No. 32, RT 34 RW 09, Kauman, Gunung Ketur, Pakualaman, Yogyakarta.

Jaraknya yang tidak sampai 2 kilometer dari Malioboro pun membuat para pelancong yang sedang ada disini tidak akan merasa kesulitan jika akan mengunjunginya. Dari Malioboro, bisa langsung mengambil Jalan Jagalan dan kemudian Beji, maka tidak lama lagi akan langsung sampai ke lokasi.

Sedangkan jika Sedulur Yogyaku sedang berada di sekitar Jalan Kaliurang, memang jarak yang harus ditempuh tidak sebentar. Yakni sekitar 25 kilometer lewat Jalan Palagan Tentara Pelajar. Dan akan sedikit lebih jauh jika mengambil Jalan Boyong.

Jam Buka Jamu Ginggang Pakualaman 

Sudah menjadi salah satu minuman paling legendaris di Jogja, tentu jam buka tempat ini sudah paten setiap harinya. Jamu Ginggang Pakualaman sudah bisa dinikmati sejak pukul 09.00 pagi hari hingga pukul 21.00 malam.

Jika sedikit merasa ragu ketika akan mengunjunginya, maka bisa menanyakan atau mengonfirmasi nya terlebih dahulu di nomor telepon (0274) 510466. Atau bisa juga sesekali mengeceknya lewat akun Instagram @jamuginggangPakualaman

Menu Jamu Ginggang Pakualaman: Komplit dan Sehat

Menu yang disajikan, Sumber: travelxism.com
Menu yang disajikan, Sumber: travelxism.com

Beberapa menu dan kuliner Jogja unik yang bisa dipesan di sini bisa dibilang cukup beragam. Apalagi harganya juga masih sangat terjangkau untuk racikan yang memiliki banyak khasiat. 

Minuman di sini dipisahkan dalam tiga kategori, yakni jamu biasa, minuman dingin dan jamu telor. Pada kategori jamu biasa, beberapa pilihan minumannya ada sehat pria, galian putri, galian singset, galian parem, galian sawanan, sawan tahun, dan lainnya. Harga dari minuman tadi hanya Rp. 6.000 saja.

Sedangkan untuk kategori minuman dingin ada es temulawak seharga Rp. 7.000, es parem seharga Rp. 6.000, es beras kencur biasa seharga Rp. 7.000, es beras kencur telur seharga Rp. 10.000, es beras kencur keras telor madu seharga Rp. 15.000 dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk kategori terakhir yakni jamu telor, ada sehat pria telur seharga Rp. 9.000, sehat pria telur madu seharga Rp. 12.000, sehat pria telor anggur seharga Rp. 12.000, galian putri komplit seharga Rp. 15.000, beras kencur keras telor seharga Rp. 10.000 dan masih banyak lagi yang lainnya.

Itulah informasi lengkap tentang minuman legendaris di Jogja Jamu Ginggang Pakualaman. Meskipun biasanya lebih banyak orang tua yang mengonsumsi minuman jenis ini, namuan anak muda juga tidak ada salahnya untuk mencobanya sesekali.

Jika Sedulur Yogyaku masih mencari informasi lain berkaitan kuliner di Jogja seperti rekomendasi angkringan di Jogja, maka bisa langsung mengaksesnya di laman utama Yogyaku. Semoga bermanfaat!

Eksplorasi konten lain dari Yogyaku.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca