Jogja tidak hanya soal gudeg dan Malioboro. Kota ini juga punya sisi tenang yang jarang disorot: pinggir sungai, embung, dan waduk yang pas untuk melempar umpan.
Sedulur Yogyaku, pernah terpikir mancing di Jogja sambil melepas penat? Tenang, Anda tidak perlu jadi pemancing profesional. Cukup siapkan joran, umpan, dan secuil kesabaran. Sisanya kita bahas bareng.
Kami sudah merangkum spot, teknik, dan hal-hal yang sering terlewat oleh pemula. Simak sampai habis ya.
Kenapa Mancing di Jogja Layak Anda Lakukan?
Pertama, pilihan lokasinya beragam. Ada sungai kecil berbatu, saluran irigasi, embung, sampai waduk.
Kedua, biayanya bisa sangat murah. Banyak pemancing lokal yang memilih mancing liaran gratis di perairan terbuka. Modalnya hanya peralatan dan umpan. Tidak ada tiket kolam.
Ketiga, suasananya mendukung. Gemericik air, angin sepoi, dan obrolan santai sering lebih menyegarkan daripada healing ke tempat ramai.
Spot Mancing di Sungai Jogja dan Sekitarnya
Berikut beberapa titik yang sering direkomendasikan warga.
1. Sungai di Sleman Bagian Barat
Kawasan Sleman barat terkenal ramah untuk mancing ikan kecil (microfishing) seperti wader. Sungai Bedog sering disebut karena airnya jernih dan ikan kecil banyak bersembunyi di sela bebatuan. Saluran irigasi di Godean juga jadi favorit pemancing lokal.
Selain itu, sungai-sungai di sekitar Tempel dan Moyudan masih tergolong alami. Ikannya kecil-kecil, tapi justru seru untuk siapa pun. Terlepas dari itu, semuanya terbebas dari tukang setrum dan tukang obat yang melakukan illegal fishing.
2. Sungai Kecil Berbatu di Kawasan Jalan Kaliurang
Ada komunitas pemancing yang rutin memancing di sungai berbatu tak jauh dari Jalan Kaliurang. Mereka akan datang setiap hari, bahkan sehari tiga kali seperti makan. Suasananya sepi dan tenang.
Ini cocok untuk Anda yang suka memancing santai ditemani gelap dan suara air kalau mancing malam. Tapi ingat, mancing malam butuh persiapan ekstra, mulai dari senter sampai teman.
3. Embung Tambakboyo, Sleman
Embung seluas 7,8 hektare di Kecamatan Depok ini dibangun tahun 2003. Airnya bersumber dari Sungai Tambakbayan dan Sungai Buntung.
Kelebihannya, banyak warung di sekitar, jadi aman kalau tiba-tiba hujan. Pemancing lokalnya ramah, dan lapaknya tidak terlalu rebutan. Satu hal yang perlu diingat: dapat ikan di sini tetap soal peruntungan. Ada pemancing yang bercerita berbulan-bulan tanpa hasil, sementara warga lokal sering pulang membawa tangkapan.
4. Embung Langensari
Embung ini pernah diresmikan lewat acara mancing bersama Sultan Hamengku Buwono X pada 2016. Artinya, sejak awal pemanfaatan untuk wisata dan mancing memang dipikirkan. Tapi karena kondisi di lapangan bisa berubah, sebaiknya Anda tanya warga sekitar sebelum datang.
5. Waduk Sermo, Kulon Progo
Kalau ingin suasana lebih luas dan hijau, Waduk Sermo pilihannya. Tiket masuk dewasa sekitar Rp5.000. Ikan yang sering disebut di sini antara lain nila, lele, dan gurame.
Waduk ini juga banyak ikan red devil rasa jeruk dan sering menyambar umpan. Jadi jangan kaget kalau kail Anda disambar mendadak.
Teknik Mancing Ikan di Jogja untuk Pemula
Spot sudah ketemu. Sekarang soal cara.
- Pilih umpan sesuai target. Pelet cocok untuk nila, mujair, mas, dan gurame. Cacing tanah atau jangkrik cocok untuk lele. Untuk wader, cacing merah kecil dan pelet siap pakai yang direndam air termasuk andalan.
- Sesuaikan dengan arus. Di sungai berarus deras, pakai pemberat timah supaya umpan tidak terombang-ambing di permukaan. Joran pendek juga lebih mudah kontrol di sungai kecil berbatu.
- Pasang umpan cacing dengan benar. Tusuk dan lingkarkan cacing pada kail dua sampai tiga kali. Dengan begitu, umpan tidak mudah lepas saat melempar.
- Hentak di waktu yang tepat. Saat ikan menyambar, tarik joran ke atas sekitar 45 derajat sambil menggulung senar. Jangan terlalu keras, jangan juga terlambat.
- Pancing sidat di malam hari. Menurut pemancing lokal, sidat biasanya dipancing malam dan di sungai, bukan di kolam pemancingan. Jadi pastikan Anda menyesuaikan target dengan tempatnya.
- Gunakan umpan tambahan. Beberapa pemancing menebar campuran dedak atau pelet di titik tertentu untuk mengumpulkan ikan sebelum mulai memancing.
Etika dan Keselamatan Mancing yang Jangan Anda Abaikan
Mancing itu menyenangkan, tapi ada aturan tak tertulis yang perlu kita jaga.
- Izin dulu. Meski gratis, beberapa lokasi berada di lahan warga atau milik pengelola. Sapa penduduk sekitar dan tanyakan boleh atau tidak.
- Jangan pakai cara terlarang. Setrum dan racun merusak ekosistem dan bisa berurusan dengan hukum. Kail dan joran sudah cukup.
- Cek cuaca. Aliran sungai di Jogja bisa naik cepat saat hujan di hulu. Kalau langit mulai gelap, lebih baik pulang.
- Bawa pulang sampah. Senar bekas dan plastik berbahaya bagi ikan dan burung air.
- Jangan sendirian saat malam. Ajak teman, terutama di sungai yang sepi.
Tambahan: bawa KTP atau tanda pengenal lainnya agar mudah diidentifikasi Tim SAR jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.
Mancing di Jogja ternyata lebih mudah dari yang Anda bayangkan. Ada sungai untuk yang suka tantangan, embung untuk yang ingin santai, dan waduk untuk yang mencari suasana luas. Teknik mancing pun bebas, termasuk casting hampala pun hampili, mancing dengan umpan hidup, dan seterusnya.
Jadi, Sedulur Yogyaku, mau mulai dari mana? Sungai kecil di Sleman barat, embung yang dekat warung, atau waduk dengan pemandangan perbukitan? Apa pun pilihannya, bawa umpan secukupnya dan hati yang lapang. Ikan itu bonus. Ketenangannya yang jadi hadiah utama.
