Belajar Sejarah Indonesia di Museum Diorama Arsip Jogja

Photo of author

Ditulis oleh Dila Arini

I'm the best served with coffee and a side of sarcasm

Jogja, kota yang kerap kali disebut dengan tambahan kata istimewa ini memang rasanya tidak pernah kehabisan pesona. Selain terkenal dengan kulinernya yang unik dan menggelitik lidah, Jogja juga memiliki museum dengan konsep menarik seperti Museum Diorama Arsip Jogja. 

Jika kebanyakan orang menganggap museum hanyalah tempat berkumpulnya barang-barang kuno, anggapan seperti itu akan langsung terbantahkan ketika berkunjung ke tempat satu ini. Bagaimana tidak, dari awal memasuki tempat ini saja, setiap orang sudah bisa merasakan suasana menyenangkan lengkap dengan sentuhan unik pada tiap sudutnya.

Agar tak mati penasaran, berikut informasi tentang Museum Diorama Arsip Jogja yang cocok dijadikan tempat healing sambil menambah wawasan baru.

Museum Diorama Arsip Jogja, Museum yang Suguhkan Konsep Baru 

Museum Diorama Arsip Jogja, Sumber: promediateknologi.id
Museum Diorama Arsip Jogja, Sumber: promediateknologi.id

Jika Museum Ullen Sentalu Jogja terkenal dengan suasananya yang romantis, misterius dan mendalam, maka museum satu ini menghadirkan inovasi visual yang tak hanya cantik, namun juga sangat menarik.

Seperti namanya, museum ini memadukan arsip, teknologi, seni dan visual yang rasanya nyaris tidak bisa ditemukan di museum lainnya. secara umum, museum arsip ini menggambarkan kisah mengenai sejarah Jogja selama kira-kira 430 tahun. Dimulai dari masa panembahan hingga kini menjadi daerah istimewa di Indonesia.

Meski rentang waktu yang dihadirkan cukup panjang, namun proses belajar dan menerima informasi disini dijamin tidak akan membosankan. Malahan, sebagian besar pengunjung setuju bahwa menghabiskan waktu disini merupakan salah satu pengalaman yang tidak akan mereka lupakan.

Museum Diorama Arsip Jogja ini memang dirancang sedemikian rupa sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman. Tujuannya tentu agar anak muda lebih senang dan tertarik untuk mendatangi museum.

Museum ini juga termasuk dalam museum yang baru saja berdiri, karena baru resmi dibuka pada November tahun 2022. Sehingga, tidak perlu heran jika masih banyak orang yang belum tahu tentang tempat instagramable di Jogja yang satu ini.

Beberapa Hal Unik yang Ada di Museum Diorama Arsip Jogja 

Keunikan Museum Diorama Arsip Jogja, Sumber: idntimes.com
Keunikan Museum Diorama Arsip Jogja, Sumber: idntimes.com

Seperti yang sudah disebutkan tadi, museum ini dirancang sedemikian rupa sehingga akan terasa berbeda sekali dengan kebanyakan museum yang sudah ada di Indonesia. Baik mulai dari bentuk bangunan hingga penampakan setiap sisi bangunannya.

Nah, berikut beberapa hal menarik tentang tempat yang satu ini.

1. Mengusung Kolaborasi Antara Seni dan Teknologi

Seiring berkembangnya zaman, tampilan museum yang tua dan hanya menempelkan lukisan atau barang lain di dinding dengan teks penjelasan yang panjang tentu akan terasa membosankan.

Itulah mengapa Museum Diorama Arsip Jogja ini hadir. Disini, setiap ruangan dilengkapi dengan visual dan teknologi yang berbeda-beda. Mulai dari penggunaan layar LED yang besar dan tajam, hingga lighting yang menjadikan suasana tiap ruangan terasa makin hidup.

Selain itu, teknologi AR atau Augmented Reality juga dipasang dihampir seluruh ruangan. Bahkan, ada ruangan yang sudah menggunakan hologram sehingga visual yang ditampilkan bisa terasa lebih nyata.

2. Terdapat 18 Ruangan

Jika biasanya sebuah museum hanya terdiri beberapa ruangan saja, disini ada 18 ruangan yang menceritakan sejarah dengan urut dan terperinci. Selain memiliki nuansa yang berbeda, setiap ruangan juga memiliki durasi yang sudah dibatasi.

Adapun ruangan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Ruangan 1 sampai 2 berisikan tentang kebangkitan dan kejayaan Mataram
  • Ruangan 3 tentang prahara Mataram dan Intervensi VOC
  • Ruangan 4 menceritakan Kesultanan Jogja
  • Ruangan¬† 5 menceritakan Geger Sepehi
  • Ruangan 6 tentang Puro Pakualaman
  • Ruangan 7 menceritakan tentang Perang Jawa
  • Ruangan 8 menceritakan tentang Lokomotif Perubahan
  • Ruangan 9 menceritakan tentang Kebangkitan elite-elite lokal
  • Ruangan 10 menceritakan tentang Selokan Mataram
  • Ruangan 11 menceritakan tentang Jogja Ibu Kota Revolusi
  • Ruangan 12 menceritakan tentang Penataaan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Ruangan 13 menceritakan tentang Jogja Kota Pendidikan
  • Ruangan 14 menceritakan tentang Jogja Kota Kebudayaan
  • Ruangan 15 menceritakan tentang Jogja Kota Wisata
  • Ruangan 16 menceritakan tentang Pisowanan Ageng 1998
  • Ruangan 17 menceritakan tentang Jogja dan kebencanaan
  • Ruangan 18 menceritakan tentang keistimewaan Jogja.

Bagi Sedulur Yogyaku yang merasa penasaran dan ingin merasakan sendiri pengalaman menarik disini, maka bisa langsung mengunjungi museum ini di Gedung DEPO Arsip, Jl. Raya Janti LT. 1, Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Jika ingin menuju tempat ini dari Malioboro, maka jarak yang ditempuh hanya sekitar 6 km saja. Dimana, waktu yang diperlukan hanyalah sekitar 15 menit dengan menggunakan sepeda motor. Sedangkan jika menggunakan mobil sekitar 20 menit.

Sedangkan untuk waktu bukanya, Museum Diorama Arsip Jogja buka setiap hari selain hari Senin, mulai pukul 09.00 pagi dan tutup pada pukul 14.20 siang.

Jika berasal dari luar kota dan masih asing dengan wilayah ini, tidak ada salahnya untuk mencari paket wisata Jogja, karena saat ini sudah ada cukup banyak paket wisata yang memasukkan tempat ini sebagai tujuan wisata.

Harga Tiket Masuk Museum Diorama Arsip Jogja

Harga tiket masuk museum, Sumber: suara.com
Harga tiket masuk museum, Sumber: suara.com

Meskipun sudah mengusung konsep modern dan penuh teknologi, nyatanya harga tiket masuk ke museum ini masih cukup terjangkau. 

Untuk pelajar, harga tiketnya hanya Rp. 20.000 saja, sedangkan untuk umum Rp. 30.000 saja. Sementara untuk pengunjung WNA dikenakan tiket sebesar Rp. 100.000.

Itulah informasi tentang Museum Diorama Arsip Jogja, salah satu museum modern dan menarik yang ada di Jogja.

Dengan mengenal tempat ini, rasanya tidak ada lagi alasan bagi Sedulur Yogyaku untuk malas ke museum karena menganggapnya sebagai tempat yang membosankan dan tidak instagram worthy.