Pekerjaan Desainer Interior, Mengidentifikasi Hingga Membuat Timeline Proyek Dengan Akurat

Bagi Anda yang tertarik dengan dunia desain dan mengatur ruangan, pekerjaan desainer Interior mungkin ada di pilihan teratas. Namun apakah Anda sudah paham dengan seluk-beluk pekerjaan tersebut? Seorang desainer interior memiliki tanggung jawab dan tugas yang sangat penting dalam menciptakan ruangan di rumah, kantor atau di bangunan lain menjadi lebih nyaman dan indah. 

Sayangnya banyak orang yang belum mengetahui seberapa pentingnya peran desainer interior tersebut. Bahkan mungkin masih ada yang beranggapan jika tugas dan tanggung jawab desainer interior ini sama dengan seorang arsitek. 

Maka dari itu, Anda perlu menyimak penjelasan tentang apa itu desainer interior, bagaimana tugasnya dan apa saja perbedaan pekerjaan desainer interior dengan arsitek di bawah ini. 

Apa itu Desainer Interior?

Desainer interior merupakan pekerjaan yang langsung berhubungan dengan klien untuk membuat desain sebuah ruangan agar menjadi semakin estetik. Tidak hanya dibutuhkan skill menggambar saja, pekerjaan desainer interior ternyata cukup rumit. Pasalnya, seorang desainer interior harus bisa menciptakan ruangan sesuai dengan kebutuhan klien. 

Desainer interior harus mampu berkomunikasi untuk memahami apa kebutuhan dan keinginan dari klien. Desainer interior juga harus bertanggung jawab untuk keseluruhan proses mulai dari perencanaan, penataan hingga perancangan ruang-ruang interior. 

Pekerjaan Desainer Interior, Mengidentifikasi hingga Membuat Timeline Proyek Dengan Akurat
Ilustrasi desainer interior merancang ruang-ruang. Sumber : Istockphoto.com

Bahkan proses belanja furniture yang dibutuhkan sampai dengan pelaksanaan pengerjaan juga akan diawasi oleh seorang desainer interior agar tidak ada satupun hal yang terlewat. Seorang desainer interior biasanya akan mencari klien sendiri, namun ada juga desainer yang bekerja untuk perusahaan yang menawarkan jasa desain interior. 

Tanggung Jawab Pekerjaan Desainer Interior

Dalam sebuah konstruksi bangunan, ada beberapa ahli yang terlibat termasuk pekerjaan desainer interior. Menjadi seorang desainer interior adalah tugas yang berat. Deskripsi pekerjaan yang harus dilakukan cukup luas cakupannya.

Berikut ini adalah beberapa tanggung jawab pekerjaan desainer interior bangunan, antara lain sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi Apa yang Menjadi Keinginan Klien

Salah satu pekerjaan yang berhadapan langsung dengan klien adalah pekerjaan desainer interior. Seorang desainer interior harus paham apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan klien. Karena tidak semua klien mengetahui istilah teknis dalam dunia desain interior. 

Sehingga seorang desainer interior harus bisa menerjemahkan apa yang diinginkan klien tersebut.  Apabila klien awam soal interior ruangan, bahkan tidak memiliki latar belakang pengetahuan tentang desain interior sama sekali, Anda sebagai seorang desainer interior dituntut agar bisa mengerti keinginan klien dengan jelas. 

Pekerjaan Desainer Interior, Mengidentifikasi hingga Membuat Timeline Proyek Dengan Akurat
Desainer interior harus menjadi jembatan antara kebutuhan klien dan desain yang diharapkan. Sumber : Istockphoto.com

Salah satu cara untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan klien adalah melakukan riset bersama klien dengan membuka situs yang bertema tentang desain interior. Nah dari sinilah Anda bisa menanyakan langsung kepada klien bagaimana konsep yang diinginkan klien. 

2. Pekerjaan Desainer Interior Harus Bisa Membuat Rencana dan Konsep Desain

Setelah memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan klien, tanggung jawab seorang desainer interior selanjutnya adalah membuat konsep serta rencana desain. Desain yang dibuat nantinya harus dituangkan ke dalam bentuk teknis. 

Rencana desain yang dibuat harus detail dan jelas agar bisa diikuti oleh tukang dengan baik. Dengan perkembangan digital yang semakin maju dan canggih, pekerjaan desainer interior bisa semakin mudah dan selesai dengan cepat.

Desainer interior bisa membuat software yang khusus digunakan untuk mempersiapkan konsep serta rencana desain dengan cepat dan rapi. Dalam proses membuat rencana dan konsep desain tersebut, seorang desainer interior harus rajin berkonsultasi dengan klien agar sesuai dengan keinginan klien.

3. Menyusun budgeting dari Awal Proses Perencanaan Hingga Proyek Selesai

Tak hanya bertanggung jawab membuat konsep dan rencana desain saja, pekerjaan desain interior juga harus bisa menyusun budgeting dari awal hingga proyek tersebut selesai. Selain harus memiliki skill membuat konsep dan rencana desain, seorang desainer interior juga harus bisa memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan klien untuk menyelesaikan proyek seakurat mungkin. Biasanya biaya tersebut terdiri dari:

  • Biaya material dekorasi rumah yang diperlukan
  • Gaji tukang
  • Biaya jasa perancang
  • Biaya darurat apabila diperlukan 
Pekerjaan Desainer Interior, Mengidentifikasi hingga Membuat Timeline Proyek Dengan Akurat
Tidak hanya mendesain, pekerjaan ini juga bertanggung jawab atas budget yang harus keluar berapa dan untuk apa saja. Sumber : Istockphoto.com

Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang desainer interior harus mengetahui harga material di pasaran. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan budget dengan tepat. Agar lebih akurat lagi, Anda bisa melakukan riset terlebih dahulu mengenai harga di pasaran untuk mengetahui harga yang up to date. 

4. Membuat Timeline yang Tepat untuk Menyelesaikan Proyek

Pekerjaan desainer interior juga dituntut harus bisa membuat timeline penyelesaian proyek yang akan digarap dengan baik. Karena setiap proyek yang akan digarap memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan waktu penyelesaian yang berbeda-beda pula.

Ada proyek yang singkat namun ada juga proyek yang membutuhkan waktu yang cukup lama.  Ada beberapa hal yang akan mempengaruhi timeline sebuah proyek:

  • Luas area yang akan dikerjakan
  • Jumlah pekerja
  • Ketersediaan material yang diperlukan 
  • Tingkat kesulitan dan detail proyek tersebut
  • Ada tidaknya perubahan saat pengerjaan

Dari penjelasan diatas, Anda bisa menyimpulkan sendiri bagaimana sebuah perancangan timeline proyek merupakan hal yang dinamis, artinya timeline tersebut harus dibuat menyesuaikan kondisi proyek.  

Namun perlu Anda garis bawahi dalam membuat timeline, ketepatan dalam menentukan target yang masuk akal adalah kunci. Proyek bisa diselesaikan secepat mungkin dengan hasil yang memuaskan harus menjadi keahlian spesialisnya, seperti jasa interior Jogja.

Perbedaan Pekerjaan Desainer Interior dengan Arsitek

Selain 4 tugas yang sudah dijelaskan di atas, seorang desainer interior juga bertanggung jawab untuk pengadaan material interior yang diperlukan. Selain itu juga harus mengawasi dari awal hingga tahap akhir proyek tersebut. Inilah yang membedakan pekerjaan desainer interior dengan seorang arsitek. 

Arsitek memiliki tugas untuk merencanakan, mengukur, dan membangun bangunan sesuai kebutuhan klien, bahan, iklim serta kemungkinan medan. Analisis yang dilakukan seorang arsitek lebih mengacu pada penjabaran operasional. Artinya tugas seorang arsitek hanya tentang struktur bangunan itu sendiri.

Dengan kata lain, profesi arsitektur lebih fokus pada bagian luar bangunan, termasuk dengan desain serta konstruksi yang dipesan. Desain yang didesain arsitek sarat akan nilai estetika, nilai fungsi, dan keamanan yang harus disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan klien. 

Perbedaan lain antara keduanya juga ada pada lisensi, jika seorang arsitek membutuhkan lisensi, namun tidak dengan pekerjaan desainer interior.  

Pekerjaan desainer interior lebih fokus pada pemberian gaya dan identitas pada ruangan agar semakin selaras, nyaman, estetik dan tentunya sesuai dengan kebutuhan klien. Bagi Anda yang tertarik dengan dunia desainer interior, atau yang sedang membutuhkan jasa terkait desain interior, Anda bisa menemukan informasi menarik lainnya hanya di website ini.