Jam menunjukkan pukul 02.00. Perut keroncongan. Warung langganan sudah tutup.
Tenang, Sedulur Yogyaku. Di kota ini, kiamat belum tentu datang meski warung tutup setengah hari. Jogja punya deretan kuliner 24 jam Jogja yang lampunya tak pernah benar-benar padam. Ada sate legendaris, gudeg yang melayani pelancong kereta, sampai kafe luas untuk begadang.
Nah, kalau Anda sedang merencanakan wisata kuliner malam Jogja, simpan daftar ini baik-baik. Kami sudah merangkum lima tempat yang bisa kita datangi kapan saja, dari dini hari sampai matahari terbit lagi.
1. Warung Sate Samirono: Legenda Sate yang Tak Kenal Jam Tutup
Mari kita mulai dari yang paling ikonik. Warung Sate Samirono berdiri sejak 1977. Pendirinya, H. Syafe’i, awalnya seorang penjagal kambing.
Menunya lengkap. Ada sate ayam, sate kambing, sate sapi, sate bebek, sampai sate buntel. Anda juga bisa memesan tongseng, gulai, tengkleng, dan nasi goreng. Satu porsi sate biasanya berisi 8 tusuk. Kisaran harganya sekitar Rp8.000 hingga Rp23.000.
Lokasinya di Jalan Colombo, tepat di depan GOR UNY. Karena dekat kampus, suasananya akrab dengan mahasiswa. Cocok untuk makan malam bareng teman atau santap sahur dadakan.
Satu catatan: tempatnya sederhana dan tidak mewah. Justru di situlah pesonanya.
2. Raminten di Kotabaru: Makan Ditemani Gamelan
Kalau Anda mencari tempat nongkrong malam Jogja yang punya karakter, Raminten jawabannya. Rumah makan ini buka 24 jam dan berlokasi di kawasan Kotabaru.
Suasananya Jawa banget. Alunan gamelan mengiringi makan kita. Di waktu tertentu ada pertunjukan live music dan tari tradisional. Interiornya fotogenik, jadi siapkan memori ponsel.
Menunya khas Jogja. Ada sego sapi sambal, sego kikil sambal, garang asem, sampai nasi kucing dan sate lilit. Jangan lewatkan wedang sereh untuk menghangatkan badan. Ada juga menu berjudul nyentrik seperti ayam koteka. Harganya ramah, sebagian menu bahkan mulai dari Rp5.000.
Tips dari kami: datanglah lebih awal di akhir pekan. Antrean di sini sering panjang.
3. Gudeg Bu Djati: Penyelamat Perut di Dekat Stasiun Tugu
Baru turun kereta jam 3 pagi? Atau menunggu jadwal keberangkatan? Gudeg Bu Djati siap menyambut Anda.
Warung ini berada di kawasan Stasiun Tugu dan buka setiap hari selama 24 jam. Pilihan menunya praktis. Ada nasi gudeg krecek telur, nasi gudeg krecek ati ampela, dan nasi rames ayam atau telur.
Gudeg itu manis, gurih, dan hangat. Pas sekali untuk perut yang kosong setelah perjalanan jauh.
Bagi pelancong, ini ibarat sambutan pertama dari Jogja. Hangat dan tanpa ribet.
4. Silol Kopi & Eatery: Nongkrong sampai Pagi
Tidak semua orang lapar nasi. Kadang kita hanya butuh tempat duduk nyaman, kopi, dan teman ngobrol. Di sinilah Silol Kopi & Eatery berperan.
Kafe ini berada di Jalan Suroto, Kotabaru, dan buka 24 jam. Bangunannya besar bergaya rumah kaca dengan sentuhan vintage. Dekorasinya unik, ada kendaraan antik yang jadi pajangan. Sering ada live music juga, jadi suasananya hidup.
Menunya beragam, mulai dari kopi susu, mocktail, pizza, sampai masakan nusantara. Rentang harganya sekitar Rp15.000 hingga Rp175.000. Tersedia Wi-Fi dan ruang pertemuan, jadi aman untuk yang mau begadang mengerjakan tugas.
Untuk Anda yang mencari tempat nongkrong malam Jogja dengan ruang luas, Silol layak masuk daftar teratas.
5. Warung Makan Prigel Asih: Pedasnya Legendaris
Penyuka pedas, sini merapat. Warung Makan Prigel Asih sudah berdiri sejak 1970-an dan konsisten buka 24 jam. Lokasinya di Jalan A.M. Sangaji No.33.
Rasanya bertahan puluhan tahun tanpa banyak berubah. Menu andalannya udang balado, tuna lombok ijo, dan olahan kikil. Semuanya pedas dan nendang.
Bagi yang sedang mencari kuliner buka 24 jam Jogja dengan sambal berani, tempat ini wajib dicoba. Siapkan air minum. Anda akan butuh.
Sebelum berangkat, ada beberapa hal yang perlu kita ingat.
- Cek jam buka lebih dulu. Jam operasional bisa berubah sewaktu-waktu. Cek Google Maps atau media sosial tempatnya.
- Bawa uang tunai. Beberapa warung legendaris belum tentu menerima pembayaran digital.
- Datang di jam sepi. Dini hari biasanya lebih lega daripada akhir pekan malam hari.
- Atur rute. Samirono, Raminten, dan Silol berada di area yang relatif dekat satu sama lain, jadi bisa dijelajahi dalam satu malam.
Jogja memang tidak pernah kehabisan cara untuk membuat perut dan hati kita senang. Lima tempat di atas membuktikan bahwa lapar tengah malam bukan masalah lagi.
Jadi, Sedulur Yogyaku, mana yang akan Anda datangi lebih dulu? Sate hangat, gudeg di stasiun, atau kopi sambil menikmati live music? Apa pun pilihannya, selamat berburu kuliner 24 jam Jogja. Perut aman, dompet tetap tenang.
