Pembangunan Tol Jogja, Apa Dampak Bagi Wisata?

Kabar pembangunan jalan tol di Jogja ternyata tidak hanya isapan jempol belaka. Proyek yang akan menghubungkan antara Jogja-Solo dan Jogja-Bawen tersebut saat ini sudah mencapai tahap pembebasan lahan. Dengan demikian jalan tol tersebut sudah semakin dekat pada kepastian. Lantas bagaimana dampaknya terhadap sektor wisata di Jogja?

Kota Yogyakarta atau yang lebih popular dengan sebutan kota Jogja selain mendapat julukan kota pelajar juga merupakan kota wisata. Di dalam kota bersejarah ini tersimpan begitu banyak destinasi wisata baik dari wisata alam, wisata kuliner bahkan wisata belanja.

Saking lengkapnya destinasi wisata yang ada di kota gudeg ini membuat banyak orang merasa rindu dan ingin kembali setelah berkunjung. Selain lengkap, harga-harga yang ada di kota istimewa ini terkenal dengan harga yang murah namun tetap memuaskan.

Selain kota pelajar Jogja adalah kota wisata, sumber : pixabay.com

Namun setelah adanya rencana pembangunan tol tersebut, apakah dampak pada dunia wisata di Jogja akan bertambah baik? Atau malah sebaliknya, dampak tol apakah akan menjadikan wisata di Jogja menjadi sepi khususnya dunia kuliner seperti yang terjadi di daerah Pantura?

Jalan sejatinya merupakan akses yang begitu penting bagi manusia. Dengan adanya jalan manusia bisa melakukan aktivitas mereka dengan mudah dan lancar. Dan dengan adanya jalan biasanya akan menghidupkan ekonomi di daerah jalan tersebut, bahkan banyak yang ingin membeli tanah kavling di tepi jalan karena banyak kemudahan yang akan didapatkan.

Tetapi tidak dengan jalan tol. Jalan tol bukanlah jalan umum yang bisa dilewati sesuka hati oleh semua warga sebagaimana jalan pada umumnya. Bahkan jalan tol memiliki akses khusus yang memasukinya saja ada pembayaran retribusi.

Baca Juga : Taman Di Jogja Yang Sering Dijadikan Destinasi Wisata

Aturan Di Jalan Tol

Maka sebaiknya sebelum anda melewati jalan tol, anda mengetahui dahulu bagaimana syarat ketika berkendara di jalan tol. Dan berikut beberapa syarat dan ketentuan saat anda berkendara di jalan tol :

Fungsi Lajur Kanan

Orang yang berkendara di jalan tol biasanya memacu kendaraan mereka dengan cepat. Dengan berbagai alasan mereka ingin berkendara cepat dan sampai ke tujuan dengan segera. Maka ketika anda berkeinginan untuk mendahului pengendara lain saat anda terburu-buru, gunakanlah lajur jalan sebelah kanan. Itulah fungsi jalur kanan yang berada pada jalan tol.

Namun jika anda ingin berkendara dengan kecepatan sedang, anda bisa menggunakan jalur kiri atau jalur lambat. Dengan demikian anda akan tenang dan terbebas dari suara bising klakson dari pengendara lain dijalur cepat.

Perhatikan Kecepatan

Walaupun ketika berkendara di jalan tol diijinkan memacu dengan cepat kendaraan, namun tetap ada ketentuan dimana kecepatan tidak boleh melebihi batas tertentu. Kementrian Perhubungan telah mematok batas minimum berkendara di jalan tol adalah 60km/jam dan batas maksimumnya 100km/jam. Maka hati-hatilah dalam mengontrol laju kendaraan anda saat di jalan tol.

Kendalikan kecepatan anda saat di jalan tol, sumber : pixabay.com

Bahu Jalan Untuk Darurat

Jika anda berkendara di jalan tol jangan sekali-kali menggunakan bahu jalan saat keadaan normal. Fungsi dari adanya bahu jalan tersebut hanya untuk keadaan darurat seperti ketika terjadi kecelakaan ataupun proses evakuasi. Penggunaan yang tak semestinya tentu akan dikenai sanksi.

Itulah beberapa aturan ketika anda berkendara di jalan tol. Maka dengan demikian sudah bisa dipastikan seseorang harus patuh saat berkendara di jalan tol. Sehingga kendaraan yang ada di jalur jalan tersebut kesulitan saat ingin berhenti atau mampir ke tempat yang diinginkan.

Dampak Bagi Wisata Dan Rakyat

Dengan regulasi yang ada tersebut sudah bisa dibayangkan bukan dampaknya pada sektor wisata di Jogja? Kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol hanya fokus dengan tujuan mereka. Jika sewaktu-waktu ingin mampir dan berwisata pun harus menempuh jalur yang jauh dan panjang untuk mencapai tempat wisata tersebut.

Jalan tol memerlukan konstruksi yang rumit, sehingga dalam pengerjaannya membutuhkan bantuan dari perusahaan professional baik perusahaan konstruksi di Jogja bahkan perusahaan konstruksi di Jakarta. Namun serumit apapun konstruksi sebuah bangunan dan menghasilkan bagunan yang bagus jika peruntukan bukan untuk masyarakat tentu akan kurang bermanfaat.

Tidak semua orang akan menggunakan jalan tol, sumber : pixabay.com

Sehingga hanya orang-orang kaya yang bisa menikmati jalan tol tersebut. Sedangkan bagi warga biasa yang kurang mampu sama sekali tidak akan merasakan manfaat dari jalan tol. Dan sebagaimana kita tahu, orang kecil di Jogja sebagian besar bergantung pada sektor wisata baik menjadi penjual kuliner di tempat wisata ataupun juru kunci sebuah tempat wisata.

Walaupun dengan dibangun jalan tol menjadi salah satu penyebab rumah di Jogja mahal, khususnya yang masuk dalam lahan yang dibebaskan. Tetapi dampak tersebut hanya dirasakan oleh segelintir orang yang tanahnya dilewati oleh jalan tol.

Sedangkan sektor wisata di Jogja adalah tempat bergantung bagi banyak orang. Seandainya dampak yang diberikan dari jalan tol tersebut buruk bagi sektor ini maka akan ada banyak orang yang dirugikan.

Meski nantinya dengan adanya tol ini akan menghubungkan tiga bandara yaitu New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Jogja, Ahmad Yani di Semarang dan Adi Sumarno di Solo tetapi mudah-mudahan pemangku kebijakan turut memikirkan dengan kelangsungan wisata yang ada. Pantura menjadi pembelajaran bagi kita semua. Semoga tidak ada yang seperti itu lagi dengan dibangunnya jalan tol baru ini.