Daerah Istimewa Yogyakarta selalu dikenal sebagai kota yang sarat sejarah, budaya, dan nilai filosofis yang mengakar kuat. Banyak peninggalan masa lalu yang masih bisa Sedulur Yogyaku temukan hingga saat ini, baik dari masa kolonial maupun masa kejayaan kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Seperti plengkung Gading di kawasan selatan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan beberapa bangunan khas keraton lainnya. Peninggalan-peninggalan tersebut tidak hanya menjadi bukti perjalanan sejarah, tetapi juga warisan yang menegaskan identitas Jogja sebagai kota budaya.
Setiap peninggalan yang ada di Jogja senantiasa mendapatkan perhatian dan perawatan, baik secara fisik maupun nilai historisnya. Banyak bangunan tua, pesanggrahan, hingga situs budaya masih berdiri dengan gagah dan dirawat melalui berbagai program pelestarian oleh pihak keraton, pemerintah, maupun instansi terkait.
Perawatan ini memastikan agar generasi sekarang dan yang akan datang dapat tetap menikmati serta mempelajari perjalanan panjang kerajaan dan budaya Jawa. Salah satu peninggalan bersejarah yang masih terjaga hingga sekarang adalah Pesanggrahan Ambarrukmo.
Tempat ini tidak hanya memiliki nilai historis yang besar, tetapi juga menawarkan pesona arsitektur Jawa yang kuat serta atmosfer tenang yang membuat siapa pun merasa sedang kembali ke masa silam.
Sejarah Pesanggrahan Ambarrukmo


Pesanggrahan Ambarrukmo merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada akhir abad ke-19. Artinya bangunan beberapa Masjid Pathok Negoro lebih tua daripada bangunan Pesanggrahan Ambarrukmo.
Nama “Ambarrukmo” sendiri memiliki makna “tempat yang diberkahi cahaya,” merujuk pada harapan agar tempat ini menjadi lokasi yang membawa ketenangan, kejernihan pikiran, serta keberkahan bagi penghuninya.
Pada masa itu, pesanggrahan adalah bangunan yang disiapkan sebagai tempat peristirahatan maupun tempat khusus untuk melakukan kegiatan tertentu oleh keluarga keraton. Sultan Hamengkubuwono VII dikenal sebagai figur yang memiliki perhatian besar terhadap seni, arsitektur, dan tata ruang.
Hal ini terlihat jelas dari gaya bangunan Pesanggrahan Ambarrukmo yang menggabungkan arsitektur tradisional Jawa dengan sentuhan kolonial yang sedang berkembang pada masa tersebut.
Bangunan ini dulunya merupakan bagian dari kompleks keluarga kerajaan yang digunakan bukan untuk pemerintahan, melainkan untuk aktivitas pribadi. Dalam sejarahnya, Pesanggrahan Ambarrukmo menjadi saksi berbagai kegiatan penting, seperti diskusi budaya, kegiatan kerohanian, pertemuan keluarga kerajaan, hingga tempat peristirahatan Sultan.
Fungsi Pesanggrahan di Masa Lalu


Pesanggrahan Ambarrukmo memiliki berbagai fungsi yang terkait erat dengan kehidupan keraton. Pada masa lalu, pesanggrahan difungsikan sebagai:
1. Tempat Peristirahatan Sultan
Sebagai seorang raja, Sultan membutuhkan ruang untuk menenangkan diri dari urusan negara. Pesanggrahan menjadi tempat ideal untuk menyepi, bermeditasi, atau sekadar menikmati suasana alam.
2. Tempat Menerima Tamu Khusus
Beberapa tamu kehormatan, seperti pejabat tinggi dan tokoh budaya, terkadang diterima di pesanggrahan untuk menciptakan suasana yang lebih privat dan nyaman dibandingkan di lingkungan keraton.
3. Ruang Kegiatan Spiritual
Pada masa kerajaan Jawa, kegiatan spiritual dan meditasi menjadi bagian penting. Pesanggrahan digunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut, baik dilakukan oleh Sultan maupun anggota keluarga keraton.
4. Tempat Rekreasi Keluarga Keraton
Bangunan pesanggrahan umumnya berada di lokasi yang tenang. Pesanggrahan Ambarrukmo dulunya dikelilingi area taman dan pepohonan rindang, menjadikannya tempat rekreasi keluarga kerajaan.
Kondisi Pesanggrahan Ambarrukmo Sekarang


Saat ini, Pesanggrahan Ambarrukmo masih berdiri megah dan menjadi salah satu daya tarik sejarah yang berada dalam kawasan Ambarrukmo, Sleman. Renovasi dan konservasi dilakukan tanpa menghilangkan esensi bangunan aslinya. Arsitektur joglo, ornament ukiran tradisional, hingga struktur ruang khas keraton tetap dipertahankan.
Sebagian area Pesanggrahan Ambarrukmo kini menjadi bagian dari Ambarrukmo Palace Complex yang terintegrasi dengan hotel dan area publik. Namun, bangunan inti pesanggrahan tetap dijaga dan dilestarikan sebagai salah satu jejak perjalanan Sultan Hamengkubuwono VII.
Di area ini, Sedulur Yogyaku dapat menikmati pemandangan bangunan klasik dengan nuansa kerajaan yang kental. Suasana tenangnya menghadirkan pengalaman berbeda, seolah membawa pengunjung kembali ke masa keemasan Kesultanan Yogyakarta.
Lokasi, Jam Buka, dan Akses Menuju Pesanggrahan Ambarrukmo


Untuk Sedulur Yogyaku yang ingin berkunjung, berikut informasi lokasi dan aksesnya:
1. Lokasi
Pesanggrahan Ambarrukmo berada di kawasan Ambarrukmo, bersebelahan dengan Royal Ambarrukmo Hotel dan Plaza Ambarrukmo. Secara administratif, bangunan ini masuk wilayah Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.
2. Jam Buka
Tergantung pada kebijakan pengelola, area ini umumnya dapat diakses dalam jam operasional hotel atau kawasan Ambarrukmo. Untuk kunjungan khusus atau pemotretan, biasanya diperlukan izin terlebih dahulu.
3. Akses Menuju Lokasi
Pesanggrahan Ambarrukmo mudah dijangkau dari berbagai titik di Yogyakarta:
- Dari Malioboro Sedulur Yogyaku memerlukan waktu tempuh ±15–20 menit melalui Jalan Laksda Adisucipto.
- Jika Sedulur Yogyaku dari Bandara Internasional YIA, dapat melalui tol dan kemudian beralih ke arah area kota, dengan durasi ±1 jam lebih.
- Sedulur Yogyaku juga bisa menggunakan transportasi umum Trans Jogja jalur 1A dan 1B yang berhenti dekat Plaza Ambarrukmo dengan keberangkatan dari berbagai titik Kota Jogja.
Akses yang mudah membuat tempat ini cocok untuk wisata sejarah maupun pemotretan budaya.
Penutup
Sebagai salah satu warisan penting dari masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII, Pesanggrahan Ambarrukmo menjadi pengingat betapa kayanya sejarah dan budaya kerajaan Yogyakarta. Peninggalan ini bukan hanya bangunan fisik, namun juga simbol perjalanan panjang kerajaan, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan hingga kini.
Dengan kondisi yang masih terawat dan akses yang mudah, Sedulur Yogyaku dapat menjadikan pesanggrahan ini sebagai destinasi menarik untuk napak tilas sejarah, memahami warisan keraton, sekaligus menikmati keindahan arsitektur Jawa yang penuh filosofi.
Jika Sedulur Yogyaku sedang menyusun rencana wisata sejarah di Jogja, jangan lupa memasukkan Pesanggrahan Ambarrukmo sebagai salah satu destinasi penting yang wajib dikunjungi.
